Senin, 02 April 2018

Berani Hidup



                                                     

Ada kalanya apa yang diisyaratkan oleh hati tak bisa terbendung lagi. Aku ingin cerita pada-Mu Rabbku. Untuk waktu dimana tak mampu kutampung lagi beban ini. Aku bukanlah penCINTA tulisan. Tapi hatiku cukup terhibur kala aku menuangkan huruf demi huruf dalam rangkaian kata. Saat hati begitu pahit untuk menampung semua beban di bumi, dan beribu kekecewaan yang menghampiri. Bolehkah kusampaikan satu hal padamu, jika kuulang waktu akan kutanyakan mengapa semua ini berlaku padaku.
Ketika semua pilihan ada ditangan. Kamu harus berani memilih. Jangan menyalahkan siapapun tentang hidupmu. Hiburlah dirimu sendiri. Lakukan sebisamu . lakukan apa yang membuat hatimu ringan dari sebelumnya. Yang perlu kau tau air matamu yang jatuh adalah air mata yang menghasilkan sebuah cerita dengan penuh ketangguhan. Kuatkan hatimu sekali lagi. Kuatkan hatimu setiap hari. Semua beban yang tersampaikan dipundakmu akan membuatmu lebih tangguh dari sebelumnya. Hidup yang kaupilih, Nikmatilah. Lalu ubah tangismu menjadi senyum bahagia. Capailah mimpi-mimpimu dengan kekuatan. Meski pada akhirnya kamu harus pulang sendiri. Berjalanlah sayang, nikmati nada ditelingamu, usah khawatirkan bagaimana rintangan yang akan kau hadapi. Kau hanya perlu berpegang teguh pada doa mu.



                                                            --Monokrom, 20 Januari 2018—


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

COVID-19 (Aku, kamu dan Orang tuamu)

AKU, KAMU dan ORANG TUA MU By: Sahdi Saputra Ini tulisan mengenai perasaanku Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bagaim...

Tentang sebuah perjalanan