Ada kalanya apa yang
diisyaratkan oleh hati tak bisa terbendung lagi. Aku ingin cerita pada-Mu
Rabbku. Untuk waktu dimana tak mampu kutampung lagi beban ini. Aku bukanlah
penCINTA tulisan. Tapi hatiku cukup terhibur kala aku menuangkan huruf demi
huruf dalam rangkaian kata. Saat hati begitu pahit untuk menampung semua beban
di bumi, dan beribu kekecewaan yang menghampiri. Bolehkah kusampaikan satu hal
padamu, jika kuulang waktu akan kutanyakan mengapa semua ini berlaku padaku.
Ketika semua pilihan
ada ditangan. Kamu harus berani memilih. Jangan menyalahkan siapapun tentang
hidupmu. Hiburlah dirimu sendiri. Lakukan sebisamu . lakukan apa yang membuat
hatimu ringan dari sebelumnya. Yang perlu kau tau air matamu yang jatuh adalah
air mata yang menghasilkan sebuah cerita dengan penuh ketangguhan. Kuatkan
hatimu sekali lagi. Kuatkan hatimu setiap hari. Semua beban yang tersampaikan
dipundakmu akan membuatmu lebih tangguh dari sebelumnya. Hidup yang kaupilih,
Nikmatilah. Lalu ubah tangismu menjadi senyum bahagia. Capailah mimpi-mimpimu
dengan kekuatan. Meski pada akhirnya kamu harus pulang sendiri. Berjalanlah
sayang, nikmati nada ditelingamu, usah khawatirkan bagaimana rintangan yang
akan kau hadapi. Kau hanya perlu berpegang teguh pada doa mu.
--Monokrom, 20 Januari
2018—

Tidak ada komentar:
Posting Komentar