Senin, 20 April 2020

COVID-19 (Aku, kamu dan Orang tuamu)

AKU, KAMU dan ORANG TUA MU
By: Sahdi Saputra

Ini tulisan mengenai perasaanku


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bagaimana kabarnya para sahabat di seluruh penjuru?
Semoga kita senantiasa sehat dan dijauhkan dari wabah penyakit yang sedang menjangkit daerah kita..  AamiinπŸ™πŸ™

Satu bulan belakang ini kita sangat lazim mendengar kata covid 19. Ya, sebuah wabah penyakit yang tidak terlihat namun sangat mematikan.

Berbagai kebijakan telah dikeluarkan pemerintah untuk meredam penyebaran virus ini. Tak terkecuali di bidang pendidikan, dimana anak-anak baik dari tingkat Dasar sampai Perguruan Tinggi, baik yang ada di perkotaan dan diperdesaan. Semua harus mengalihkan pembelajaran yang normal seperti biasa, dialihkan belajar di rumah masing-masing. Sistem pembelajaranpun berubah secara otomatis dari tatap muka menjadi pembelajaran secara daring/online.

Para tenaga pendidik ataupun pengajar sibuk menyiapkan pembelajaran dengan sistem yang sudah ditetapkan, baik melalui media Whatsapp, SMS, E-mail, TV Dll. Tak terkecuali pendidikan yang ada diperdesaan, harus menyiapkan pembelajaran demi generasi harapan bangsa masa depan. Terlebih anak-anak yang berada di tingkat pembelajaran dasar juga harus tetap mendapatkan pembelajaran sebagaimana mestinya sebagai bekal mereka di masa depan..

AKU adalah seorang tenaga pendidik di sebuah perkampungan. Aku harus mendesain pembelajaran sebagaimana diintruksikan pemerintah demi generasi penerusku yang sangat lapar dan haus akan ilmu. Tantangan mungkin terasa lebih sulit dibandingkan di perkotaan yang notabene warga sekolahnya lebih melek teknologi dan pendidikan. Tak jarang di pedesaan, siswa dan Wali murid tidak memiliki alat komunikasi dan media elektronik serta belum melek pendidikan. Namun ini bukan keluhan dan keresahan diri, justru semua ini menjadi tantangan yang sangat luarbiasa. Tingkat kreatifitas dan kemampuan penyelesaian masalah kita dididik dan dilatih..

Tanggungjawab akan pendidikan anak-anak harus tetap berjalan bagaimana pun caranya, sehingga beberapa harus di jalankan dengan manual, seperti datang kerumah, dan pemberian tugas melalui lembaran. Namun tetap memperhatikan standar kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah (memakai masker dan sarung tangan, selalu cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan pertemuan, dan jaga jarak)

Semua demi generasi penerus bangsa.

KAMU, iya kamu. Kamu adalah penerus bapak nak, penerus dan pemegang tonggak masa depan bangsa selanjutnya.. Besar harapan ayah, ibu, guru dan para pemimpin kepadamu, kelak suatu saat nanti kaulah yang akan melanjutkan roda kehidupan setelah kami.. Oleh karena itu, mari sayang tetap semangat dan jangan lupakan persiapkan bekalmu untuk masa depan yaitu Ilmu.. Tetaplah rajin belajar meski kita tidak bertemu.. Tentu bapak sangat rindu, tawa canda, tingkah aktif mu di kelas. 😍

Semua akan baik-baik sayang, tetap rajin belajar ya demi cita-cita mu.πŸ€—

ORANG TUA sementara berperan ganda, orang tua dituntut menjadi partner untuk anak-anaknya. Meneruskan ilmu yang diberikan oleh tenaga pendidik kepada anaknya. Mengawasi, membimbing, dan mendidik adalah peran yang harus dijalankan selama keadaan belum aman dan nyaman seperti biasa.

Semua pendidik mempercayakan metode pengajaran dan ilmu yang disampaikan kepada siswanya melalui orang tua.

Sebagai akhir dari tulisan ini. Ada 3 komponen kecil  yang mesti bersatu, baik di perdesaan atau diperkotaan, yaitu Guru, Siswa dan Orang Tua. Tiga elemen ini harus saling mendukung demi terwujudnya cita-cita bangsa akan pendidikan.

Tetap semangat AKU (Tenaga Pendidik), KAMU (Siswa), ORANG TUA. Semoga kita akan segera bertemu seperti biasa dan menjalankan aktivitas pendidikan seperti biasa. Dimanapun kita berada semoga senantiasa diberikan perlindungan dan kesehatan oleh Allah..
Aamiin..

Wassalamualikum warohmatulohi wabarakatuh

#pendidikanindonesia
#gurukreatif
#semangatmengajar
#guruwaykanan

Sabtu, 02 Maret 2019

Aku harap Tuhan berbaik hati padaku, Aku mohon kali ini saja.

 
Aku berfikir bahwa Tuhan selalu memberiku masalah agar aku selalu merintih dalam doa untuk-Nya. Agar setiap hariku memohon dan mendekat pada-Nya.Hari ini aku menuangkan isi hatiku yang sudah penuh dan tak bisa ku tampung lagi. Aku harus melepaskan impianku untuk bertahan pada impian orang tuaku. Kemarin aku merasa bahwa aku sudah sampai di pintu masuk yang ku cari agar sampai ke muara mimpiku. Ya.. benar itu pintu utama yang ekslusif Tuhan berikan padaku lewat beasiswa LPDP. Dua bulan berlalu dan aku masih larut dalam kebahagiaan mimpi-mimpi itu. Tapi aku lupa bahwa ada doa lain yang tersampaikan pada Tuhan oleh orang tuaku. Dimana mereka menyelipkan doa lain selain permohonan atas terkabulnya impianku.  

Seketika semua berubah ketika Tuhan berkehendak lain dan sengaja mengabulkan impian orang tuaku agar aku menjadi Aparatur Sipil Negara. Bagi sebagian orang, melepaskan mimpi yang ia kejar bertahun-tahun bukanlah hal sulit untuk dijalani ketika kamu memiliki hadiah baru yang terlihat lebih indah. Tapi tidak bagiku. Sampai kini aku masih terluka, marah, dan kecewa. Hanya aku tak pandai untuk bercerita pada orang lain. Karna kembali lagi mereka yang beranggapan mengenalmu dengan dekat takkan sepenuhnya mengerti apa yang terjadi pada hidupmu. Aku menulis untuk mengobati lukaku. Menghibur hatiku yang penuh kesedihan.

Maafkan aku ayah dan ibu, aku masih menyimpan marah pada kalian. Menyimpan sejuta kata yang ingin aku ungkapkan namun tak pernah kujelaskan. Aku ingin bercerita bagaimana sulitnya aku mengejar mimpiku. Menumpahkan semua kekesalanku pada kalian yang tak ingin mendengarkan kisah-kisah perjuanganku untuk mimpiku. Berharap kalian menjadi energy untukku menemukan passionku. Tapi aku tak bisa melakukannya. Melihat kalian terluka karna egoku akan impianku. Aku tahu Tuhan memberi jalan yang berbeda agar aku selalu mengerti makna kehidupan. Aku berharap suatu hari Tuhan berbaik hati padaku dan memberi hadiah untuk aku bisa melanjutkan impianku ntah bagaimana jalannya.

Aku percaya, Tuhan Maha Baik. Tuhan Maha Bijaksana. Tetap kusampaikan rintihanku agar Dia tau bahwa aku tak bisa meminta pertolongan lain kepada siapa pun selain Pada-Mu Tuhanku......



monokrom, 2 Maret 2019

Jumat, 06 April 2018

Tentang sebuah perjalanan



Mengagumi mu adalah hal manis yang tetap akan manis. Berjalan dalam hening waktu. Beriringan atau tidak aku tak peduli lagi. Yang kutau hatiku tetap saja menunggu. Meski kulalui waktu dengan bersembunyi dalam petualangan aku masih ingin melihatmu. Yah.. "if someday your eye can see my face. I want say to you that i carriying you be there anytime of day".

 Jangan sembunyi lagi ketika kau temui aku kembali. Berdirilah di hadapanku dan jangan berkata kata. Cukup aku yang tau apa yang dikatakan hatimu bukan bibirmu.
Kau tau sulitnya aku melewati batas batas sunyi dalam perjalanan kesana kemari. Berharap aku bisa kembali. Setidaknya untuk minum teh di tepian bukit sambil mendengar kau bercerita tentang ini itu yang sudah kau lalui. Begitupula aku.

Aku mohon temukan aku kembali. Bila pada akhirnya kau tak temukan rasa lagi, cobalah berdiri tegar di depanku. Tapi jangan berkata-kata dan jangan buatku menangis karna terluka. Aku lebih senang jika kabar buruk kau simpan lebih lama. Sebab semakin cepat aku dengar duka maka semakin lama aku berdiam dalam luka. Temukan aku lagi. Sebab aku takut hati ini takkan berubah oleh waktu.


 Monokrom, 4 April 2018.

Senin, 02 April 2018

Berani Hidup



                                                     

Ada kalanya apa yang diisyaratkan oleh hati tak bisa terbendung lagi. Aku ingin cerita pada-Mu Rabbku. Untuk waktu dimana tak mampu kutampung lagi beban ini. Aku bukanlah penCINTA tulisan. Tapi hatiku cukup terhibur kala aku menuangkan huruf demi huruf dalam rangkaian kata. Saat hati begitu pahit untuk menampung semua beban di bumi, dan beribu kekecewaan yang menghampiri. Bolehkah kusampaikan satu hal padamu, jika kuulang waktu akan kutanyakan mengapa semua ini berlaku padaku.
Ketika semua pilihan ada ditangan. Kamu harus berani memilih. Jangan menyalahkan siapapun tentang hidupmu. Hiburlah dirimu sendiri. Lakukan sebisamu . lakukan apa yang membuat hatimu ringan dari sebelumnya. Yang perlu kau tau air matamu yang jatuh adalah air mata yang menghasilkan sebuah cerita dengan penuh ketangguhan. Kuatkan hatimu sekali lagi. Kuatkan hatimu setiap hari. Semua beban yang tersampaikan dipundakmu akan membuatmu lebih tangguh dari sebelumnya. Hidup yang kaupilih, Nikmatilah. Lalu ubah tangismu menjadi senyum bahagia. Capailah mimpi-mimpimu dengan kekuatan. Meski pada akhirnya kamu harus pulang sendiri. Berjalanlah sayang, nikmati nada ditelingamu, usah khawatirkan bagaimana rintangan yang akan kau hadapi. Kau hanya perlu berpegang teguh pada doa mu.



                                                            --Monokrom, 20 Januari 2018—


Senin, 19 Mei 2014

belajar bersenarai kata :)

SENARAI KATA AUD
(Mata Kuliah Pendidikan Bahasa Indonesia)


Oleh
Penyusun                     : Chintia Eka Putri
NPM                           : 1313054005
P.S                               : Pendidikan Anak Usia Dini
Dosen                          : Eka Sofia, S.Pd.,M.Pd


 












PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2014
SENARAI KATA AUD

NO
Senarai Kata
Menyenaraikan
1
Belom
Belum
2
Korsi
Kursi
3
Ngotorin
Mengotori
4
Biarin
Membiarkan
5
Mukul
Memukul
6
Kalo
kalau
7
Ni
ini
8
Gua
Aku/saya
9
Cewek
Perempuan/wanita
10
Pinjam
meminjam
11
Bawa
membawa
12
Antri
mengantri
13
Yaudah
Ya sudah
14
Bunder
Bundar
15
Bulet
bulat
16
Taro
letakkan
17
Gak mau
Tidak mau
18
Entar
nanti
19
Cubit
mencubit
20
Simpen
Menyimpan
21
Nanya
Bertanya
22
Balikin
Kembalikan
23
Sini
kemari / kesini
24
Nomer
Nomor
25
Main
bermain
26
Diri
berdiri
27
Jalan
berjalan
28
Udah
sudah
29
enggak
tidak
30
liat
lihat
31
Ngomong
Bicara
32
Nyari
Mencari
33
Lari
Berlari
34
diajarin
Diajari
35
pake
Memakai
36
males
Malas
37
Bo’ong
Bohong
38
bikin
Membuat
39
Motong
memotong
40
nyapu
Menyapu
41
maem
makan
42
sama
dengan
43
Berantem-beranteman
Bertengkar
44
nyoretin
Mencoret
45
mampus
Meninggal
46
Lapan
Delapan
47
Beli
Membeli
48
Korsi
Kursi
49
karna
karena
50
Ganti
Mengganti
51
Ambilin
Ambilkan
52
Tau
Mengetahui
53
Sampe
Sampai
54
Bobok
Tidur
55
Ngerti
Mengerti
56
Tendang
Menendang
57
cuci
mencuci
58
Makasih
Terimakasih
59
Lompat
Melompat
60
rebut
merebut
61
Tepuk tangan
Bertepuk tangan
62
Mau
Ingin
63
Ke dalem
Ke dalam
64
Gambar
menggambar
65
Ambilin
Ambilkan
66
Pinta
meminta
67
Rame
Ramai
68
Gede
Besar
69
Capek
Lelah
70
Ganggu
Mengganggu
72
Kapal terbang
Pesawat terbang
72
Njot-enjotan
Jungkat jungkit
73
perosotan
seluncuran
74
Ngantuk
Mengantuk
75
Bodo’
Terserah
76
Diem
diam
77
Boker/e’e
Buang Air Besar
78
Pipis
Buang Air Kecil
79
Minta
meminta
80
Panggil
Memanggil
81
Kejar
mengejar
82
Tutup mata dulu
Menutup mata dulu
83
cucu
Susu
84
mimi
Minum
85
Embem
mobil
86
Dedek
adik
87
Pegi
Pergi
88
Kesel/sebal
Kesal
89
Nyontek
Mencontek
90
Rasain
Rasakan/merasakan
91
Kali’
Mungkin
92
Telpon
Telepon
93
HP
Handphone
94
Gimana
Bagaimana
95
Ketawa
Tertawa/menertawai
96
Ujan
Hujan
97
Nginep
Menginap
98
Lompat
Melompat
99
Jam
Pukul
100
Pantesan
Pantas
101
Pilih
Memilih
102
Angkat
Diangkat/mengangkat
103
Temenan
Berteman
104
Musuhan
Bermusuhan
105
Ditabok
Dipukul
106
Nutup pintu
Menutup pintu
107
Nonton
Menonton
108
Sama
Dengan/ bersama
109
Kemaren
Kemarin
110
Bikin
Membuat
111
Bilang
Mengatakan
112
Nulis
Menulis
113
Baca
Membaca
114
Tinggal
Bertempat tinggal
115
Nolak
Menolak
116
Abis
Habis
117
Nanam
Menanam
118
Menyolok
Mencolok
119
Menyolek
Mencolek
120
ngerubah
Mengubah
121
Mainin
Memainkan
122
Ngotori
Mengotori
123
Nyanyi
Bernyanyi
124
Nembak
menembak
125
Muter
Memutar
125
Salaman
Bersalaman
126
Ngejek
Mengejek
127
Nginjak
Menginjak
128
Coret
Mencoret
129
Ngecet
Mengecat
130
Dengarin
Dengarkan
131
Njerit-jerit
Menjerit
132
Nambah
Bertambah
133
Nyuri
Mencuri
134
Nyabut
Mencabut
135
Jumlahin
Jumlahkan
136
Nyuruh
Menyuruh
137
Nelpon
Menelepon
138
Liat
Melihat
139
Pas
Saat
140
Idung
Hidung
141
Bener
Benar
142
Ngewarnai
Mewarnai
143
ngumpul
mengumpulkan
144
Jatoh
Jatuh /terjatuh
145
Pedes
Pedas/kepedasan
146
Certain
Ceritakan
147
Kayak
Seperti
148
Baris
Berbaris
149
Goyang
Bergoyang
150
Aja
Saja
151
Buat
Membuat
152
Naek
Naik
153
Rame
Ramai
154
Banget
Sekali
155
Nganggu
Mengganggu
156
Barusan
Baru-baru ini
157
Karna
Karena
158
Pertimbangin
Pertimbangkan
159
Muji
Memuji/dipuji
160
Gitu
Begitu
161
Gini
Begini
162
Emang
Memang
163
Ngantuk
Mengantuk
164
Ntar
Nanti
165
Kirain
Saya mengira
166
Pantesan
Pantasan
167
Jemur
Dijemur/menjemur
168
Masukin
Masukan
169
Keluarin
Keluarkan
170
Letakin
Letakan
171
Megang
Memegang
172
Balik
Pulang
173
Jemput
Menjemput
174
Ngalem
Manja
175
Bau’
Berbau
176
Biyar
Agar
177
Itam
Hitam
178
Pink
Merah muda
179
Mistar
Penggaris
180
Itung
Dihitung/menghitung
181
Cari
Mencari
182
Ikut
Mengikuti/ikutan
183
Jatoh
Jatuh
184
Kepeleset
Terpeleset
185
Kerja
Bekerja
186
Tidurin
ditidurkan
187
Gerakin
digerakkan
188
Dimarahin
dimarahi
189
Dicubitin
dicubiti
190
Dimajuin
Dimajukan
191
Tapi
Tetapi
192
Serang
Menyerang
193
Kasih
Memberi
194
Ketemu
Bertemu
195
Ahir
Akhir
196
Loe
Kamu
197
Bis
Bus
198
Nari
Menari
199
Masakin
Memasak/ dimasakan
200
Nyantai
Bersantai
201
Cuma
Hanya
202
Ngasih
Memberi
203
Ijo
Hijau
204
Pengen
Ingin
205
Dikerjain
Dikerjakan
206
Kasih tau
Beritahu
207
Sayang
Menyayangi/ disayangi
208
Dijajal  
Dicoba
209
Seneng
Senang
210
Salaman
Bersalaman
211
Minder
Tidak percaya diri
212
Doa dulu
Berdoa dulu
213
Ngetawain
Menertawakan
214
Dikurangin
Dikurangi/dikurangkan
215
Bayangin
Bayangkan
216
Cakep
Ganteng/cantik
217
Pinter
Pintar
218
Ayok
Ayo
219
Isap
Menghisap
220
Nyebrang
Menyebrang
221
Nerima
Menerima
222
Males
Malas
223
Ngalir
Mengalir
224
Naek
Menaiki
225
Gelep
Gelap
226
Belom
Belum
227
Beda
Berbeda
228
Motokopi
Fotokopi
229
Ngidupin
Menghidupkan
230
Ngobrol
Berbicara
231
Filem
film
232
Suka
Menyukai
233
Alay
Berlebihan
234
Malah
Malahan
235
Gosok gigi
Menggosok gigi
 236
Deket
Dekat
237
Sekalian
Sekaligus
238
Gigi bolong
Gigi berlubang
239
Mikirin
Memikirkan
240
Laler
Lalat
241
Kembang
Berkembang
242
Gerak
Bergerak/digerakkan
243
Kira
Mengira
244
Ninggi
Meninggi
245
Kumpul
Dikumpulkan
246
Malem
Malam
247
Suka
Menyukai
248
Cinta
Mencintai
249
Makan
Memakan/dimakan
250
Lepasin
Lepaskan
251
Ilang
Menghilang
252
Untung
Beruntung
253
Ponakan
Keponakan
254
Larang    
Melarang
255
Malu
Memalukan
256
Dateng
Datang/ mendatangkan
257
Dibangunin
Dibangunkan
258
Suruh
Disuruh/ menyuruh
259
Bontot
Bekal makan
260
Gledek
Petir
261
Doang
Saja
262
Lagi
Sedang
263
Ikat
Mengikat
264
Narik
Menarik/ditarik
265
Buang
Membuang
266
Dikit
Sedikit
267
Banyakin 
dibanyaki
268
Milih
Memilih/dipilih
269
Angkat tangan
Mengangkat tangan
270
Gunting
Menggunting
271
Motong
Memotong
272
Cium
Mencium/diciumi
273
Pegang
Memegang/dipegang
274
Pecahin
Memecahkan
275
Rebut
Rebutan/merebut/direbut
276
Naek
Naik/Menaiki/dinaiki
277
Tunggu/ nunggu
Menunggu/ ditunggu
278
Sangka/Nyangka
Menyangka
279
Nyerah
Menyerah
280
Dipeduliin
Dipedulikan
281
Paham
Pahami/memahami
282
Tahan
Bertahan
283
Jaga
Dijaga
284
Bersih
Membersihkan/dibersihkan
285
Ati-ati
Hati-hati
286
Jauh
Kejauhan/ dijauhi
287
Temanan
Berteman
288
Gambar
Menggambar/ digambar
289
Nyicip
Menyicipi
290
Minta
Meminta
291
Nolong
Menolong
292
Niru
Meniru/ ditiru
293
Nyebur
Menyebur
294
Renang
Berenang
295
Bebaju
Memakai baju
296
Kenal
Berkenalan
297
Pegang
Memegang
298
Tangis
Menagisi
299
Petik
Memetik/ dipetik
300
Jorok
Menjijikan
                                                                                     




COVID-19 (Aku, kamu dan Orang tuamu)

AKU, KAMU dan ORANG TUA MU By: Sahdi Saputra Ini tulisan mengenai perasaanku Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bagaim...

Tentang sebuah perjalanan