Jumat, 06 April 2018

Tentang sebuah perjalanan



Mengagumi mu adalah hal manis yang tetap akan manis. Berjalan dalam hening waktu. Beriringan atau tidak aku tak peduli lagi. Yang kutau hatiku tetap saja menunggu. Meski kulalui waktu dengan bersembunyi dalam petualangan aku masih ingin melihatmu. Yah.. "if someday your eye can see my face. I want say to you that i carriying you be there anytime of day".

 Jangan sembunyi lagi ketika kau temui aku kembali. Berdirilah di hadapanku dan jangan berkata kata. Cukup aku yang tau apa yang dikatakan hatimu bukan bibirmu.
Kau tau sulitnya aku melewati batas batas sunyi dalam perjalanan kesana kemari. Berharap aku bisa kembali. Setidaknya untuk minum teh di tepian bukit sambil mendengar kau bercerita tentang ini itu yang sudah kau lalui. Begitupula aku.

Aku mohon temukan aku kembali. Bila pada akhirnya kau tak temukan rasa lagi, cobalah berdiri tegar di depanku. Tapi jangan berkata-kata dan jangan buatku menangis karna terluka. Aku lebih senang jika kabar buruk kau simpan lebih lama. Sebab semakin cepat aku dengar duka maka semakin lama aku berdiam dalam luka. Temukan aku lagi. Sebab aku takut hati ini takkan berubah oleh waktu.


 Monokrom, 4 April 2018.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

COVID-19 (Aku, kamu dan Orang tuamu)

AKU, KAMU dan ORANG TUA MU By: Sahdi Saputra Ini tulisan mengenai perasaanku Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bagaim...

Tentang sebuah perjalanan