Sabtu, 02 Maret 2019

Aku harap Tuhan berbaik hati padaku, Aku mohon kali ini saja.

 
Aku berfikir bahwa Tuhan selalu memberiku masalah agar aku selalu merintih dalam doa untuk-Nya. Agar setiap hariku memohon dan mendekat pada-Nya.Hari ini aku menuangkan isi hatiku yang sudah penuh dan tak bisa ku tampung lagi. Aku harus melepaskan impianku untuk bertahan pada impian orang tuaku. Kemarin aku merasa bahwa aku sudah sampai di pintu masuk yang ku cari agar sampai ke muara mimpiku. Ya.. benar itu pintu utama yang ekslusif Tuhan berikan padaku lewat beasiswa LPDP. Dua bulan berlalu dan aku masih larut dalam kebahagiaan mimpi-mimpi itu. Tapi aku lupa bahwa ada doa lain yang tersampaikan pada Tuhan oleh orang tuaku. Dimana mereka menyelipkan doa lain selain permohonan atas terkabulnya impianku.  

Seketika semua berubah ketika Tuhan berkehendak lain dan sengaja mengabulkan impian orang tuaku agar aku menjadi Aparatur Sipil Negara. Bagi sebagian orang, melepaskan mimpi yang ia kejar bertahun-tahun bukanlah hal sulit untuk dijalani ketika kamu memiliki hadiah baru yang terlihat lebih indah. Tapi tidak bagiku. Sampai kini aku masih terluka, marah, dan kecewa. Hanya aku tak pandai untuk bercerita pada orang lain. Karna kembali lagi mereka yang beranggapan mengenalmu dengan dekat takkan sepenuhnya mengerti apa yang terjadi pada hidupmu. Aku menulis untuk mengobati lukaku. Menghibur hatiku yang penuh kesedihan.

Maafkan aku ayah dan ibu, aku masih menyimpan marah pada kalian. Menyimpan sejuta kata yang ingin aku ungkapkan namun tak pernah kujelaskan. Aku ingin bercerita bagaimana sulitnya aku mengejar mimpiku. Menumpahkan semua kekesalanku pada kalian yang tak ingin mendengarkan kisah-kisah perjuanganku untuk mimpiku. Berharap kalian menjadi energy untukku menemukan passionku. Tapi aku tak bisa melakukannya. Melihat kalian terluka karna egoku akan impianku. Aku tahu Tuhan memberi jalan yang berbeda agar aku selalu mengerti makna kehidupan. Aku berharap suatu hari Tuhan berbaik hati padaku dan memberi hadiah untuk aku bisa melanjutkan impianku ntah bagaimana jalannya.

Aku percaya, Tuhan Maha Baik. Tuhan Maha Bijaksana. Tetap kusampaikan rintihanku agar Dia tau bahwa aku tak bisa meminta pertolongan lain kepada siapa pun selain Pada-Mu Tuhanku......



monokrom, 2 Maret 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

COVID-19 (Aku, kamu dan Orang tuamu)

AKU, KAMU dan ORANG TUA MU By: Sahdi Saputra Ini tulisan mengenai perasaanku Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bagaim...

Tentang sebuah perjalanan